Setelah beberapa waktu dalam keheningan bisu,
kudengar kata-katanya yang dituturkan dengan nada sendu.
Katanya, "Janganlah engkau bersedih. Karena jiwaku tak kuat untuk melihatmu menangis".
Aku merasakan kesejukan yang menggebu saat ditenangkan oleh dirinya yang dapat menguasai hatiku yang telah dia ikrarkan sebagai pendamping hidupku.
Perjalananku dengannya senantiasa tumbuh dan berkembang,
Membuatku merasa dapat melawan segala cobaan.
Kekuatannya dapat menopangku untuk melalui segala penghalang dari/demi pencapaian tujuan hidupku.
Aku mengindahkan rintihan jiwa dan air mata kesengsaraannya bersamaku yang senantiasa tak pernah dia perlihatkan padaku.
Aku tak mau meratap kesedihan di saat aku benar-benar harus berpisah dengannya.
Jiwaku ini begitu dalam, namun rapuh...
Dan bagai terbujuk oleh rayuannya..
Kematianlah yang hanya dapat memisahkan kami.
Dalam kebersamaan...
Kehangatanlah yang menjadi kemilau pancaran sinar yang tiada terbinasakan saat aku bersamanya...
kudengar kata-katanya yang dituturkan dengan nada sendu.
Katanya, "Janganlah engkau bersedih. Karena jiwaku tak kuat untuk melihatmu menangis".
Aku merasakan kesejukan yang menggebu saat ditenangkan oleh dirinya yang dapat menguasai hatiku yang telah dia ikrarkan sebagai pendamping hidupku.
Perjalananku dengannya senantiasa tumbuh dan berkembang,
Membuatku merasa dapat melawan segala cobaan.
Kekuatannya dapat menopangku untuk melalui segala penghalang dari/demi pencapaian tujuan hidupku.
Aku mengindahkan rintihan jiwa dan air mata kesengsaraannya bersamaku yang senantiasa tak pernah dia perlihatkan padaku.
Aku tak mau meratap kesedihan di saat aku benar-benar harus berpisah dengannya.
Jiwaku ini begitu dalam, namun rapuh...
Dan bagai terbujuk oleh rayuannya..
Kematianlah yang hanya dapat memisahkan kami.
Dalam kebersamaan...
Kehangatanlah yang menjadi kemilau pancaran sinar yang tiada terbinasakan saat aku bersamanya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar