
Fakta telah membuktikan....
Pancaran sinar memaksa kelopak mata para pemimpi membuka dan untuk mengungkapkan kemuliaan dan ketetapan hati.
Pikiran-pikiran terbentang dalam kedamaian dan ketentraman di pundak-pundak sang penyair.
Hidup ini begitu indah, jika isi hati seorang penyair terisi dengan cahaya dan kelembutan tutur kata.
Meski dalam beberapa pikiran itu dapat menindas dan memerintah hati, sehingga jiwa tampak kelelahan.
Wajah sayu sang penyair, tersirat adanya ketakutan dan keputus-asaan ketika pena tak mampu menari di atas kertas untuk senantiasa melantunkan pikiran.
Mengalir kekal keabadian, bersama-sama bayangan menimbulkan sesuatu yang baik atau malah memberontak di saat kebebasan untuk mengungkapkan pikiran menjadi kebingungan.
Laksana derai air terjun,
Pikiran penyair begitu dalam dan lancar mengungkapkan banyak hal untuk menjadi lantunan ekspresi jiwa manusia.
Kemudian dengan lantang...
Hati berseru,
Senandung penyair begitu indahnya terurai menyatu dengan jiwa dan pikiran manusia!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar